Welcome My Blog ''ZAEN ART''

''Membuat keslahan yang di sebabkan oleh human error sama saja menambah-nambah pekerjaan, sedangkan menunda-nunda pekerjaan sama saja menambah penderitaan......''

Kapan Kita Bisa Bersama Lagi..???

Kebersamaan yang dulu pernah ada, kini tak akan pernah dapat dialami lagi. Tapi yakinlah kehadiran kalian masih akan tetap selalu dirindukan dan Ceritamu tak akan pernah aku dengar lagi. Tapi yakinlah kisah tentang kita masih akan selalu kuingat....

Indahnya Kebersamaan

"Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa Anda dicintai apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun Anda seperti diri Anda adanya (-Victor Hugo-)"

Time Is Money

"Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.."

Perubahan

"Sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu qaum, melainkan qaum itu sendiri yang memulainya untuk berubah,.."

SMS Gratis

buku tamu melayang

buku tamu

Time and Date

Senin, 14 Mei 2012

Etika Bersosialisasi di Kantor Baru



SOSIALIASI merupakan sebuah proses komunikasi yang harus dijalani di berbagai situasi dan kondisi. Baik di rumah, kampus, maupun kantor.

Ternyata, sosialisasi di lingkungan kerja pun memiliki aturan tersendiri. Salah bersosialiasi bisa-bisa kamu memupuk musuh bukan menambah teman. Berikut cara-cara bersosialisasi di kantor seperti disitat dari Buku Anak Bawang Cari Peluang, Minggu (29/4/2012).

Berbicara dengan jelas
Bangunlah komunikasi dengan arah pembicaraan yang jelas. Pembicaraan tanpa arah hanya akan membuat lawan bicara bingung, bahkan kapok untuk kembali melanjutkan perbincangan denganmu.

Hati-hati berkomentar
Ketika dilibatkan dalam sebuah pembicaraan yang melibatkan isu menarik, tentu akan memancingmu untuk berkomentar. Namun, hendaknya kamu pikirkan matang-matang komentar yang akan kamu lontarkan. Jika isi perbincangan mengenai hal-hal serius, maka pastikan kamu memberikan komentar yang juga berisi.

Kompromi

Tidak hanya di dunia kerja, ketika memasuki lingkungan baru, tentu kamu akan dihadapkan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Jangan pernah menjadikan satu pengalaman dengan satu orang untuk menggeneralisasikan rekan-rekan kerja lainnya.

Ketidaksepahaman dengan rekan kerja karena perilaku maupun pola pikirnya tidak sesuai denganmu itu adalah hal wajar. Namun, pastikan kamu tetap produktif dalam bekerja. Budayakan kompromi dan toleransi sehingga bisa tercipta suasana kerja yang solid dan menyenangkan.

Pengaruhi orang lain
Mempengaruhi orang lain dapat dilakukan dengan banyak cara positif. Bersikap ramah, menjadi pendengar setia, serta ringan tangan akan membuat orang lain merasa nyaman berada di dekatmu. Jangan lupa, tunjukkan kualitas yang kamu miliki sehingga mereka menganggapmu sebagai orang yang diperhitungkan.

Hadapi masalah
Meski telah berusaha dengan baik, tidak dimungkiri masalah akan tetap datang. Namun, lari dari masalah bukanlah sebuah sikap yang bijak. Hadapi masalah tersebut dengan kepala dan hati yang tenang.

Tidak mudah terpancing
Ketika terjadi konflik di kantor, jangan mudah terpancing emosi. Apalagi melakukan tindakan karena terpengaruh provokasi. Berpikirlah secara jernih, sehingga kamu dapat mengambil sikap dengan obyektif.

Jangan takut perubahan
Orang yang antiperubahan hanyalah orang kaku dan pengecut. Jika tidak mampu menerima perubahan, maka kamu tidak akan pernah bisa maju. Oleh karena itu, jangan takut menerima perubahan selama itu memang baik untuk karier dan kehidupanmu.

Lepaskan ego
Bekerja dalam sebuah perusahaan apapun berarti siap untuk menjadi pemain tim. Untuk menjadi pemain tim yang baik, kamu harus bisa melepaskan ego, sehingga dapat menjalin kerja sama yang solid.(mrg)(rhs)

Minggu, 13 Mei 2012

JANGAN MENYESAL .! MASIH ADA WAKTU UNTUK KITA...


Setiap orang memiliki berbagai peran dalam hidupnya. Sesederhana apapun orang itu. Setiap orang tidak mungkin memiliki hanya satu peran. Peran sebagai anak, ibu, ayah, anggota masyarakat, karyawan, organisasi, terlebih lagi, peran sebagai hamba-Nya.

Siapapun pastinya pula mengharap yang terbaik pada setiap perannya. Sayangnya, kita memiliki banyak keterbatasan, baik terbatas waktu, tenaga, finansial dan sebagainya.
Tidak jarang kita temui, orang-orang yang sukses dalam satu peran, namun gagal di peran yang lain. Misalnya saja, ia seorang Pimpinan Perusahaan yang hebat, namun rumah tangganya berantakan. Atau, dia seorang aktivis yang pintar, namun jarang masuk kuliah, dan nilainya mengkhawatirkan.
Nah, bagaimanakah kita menempatkan peran-peran kita dengan sebaik-baiknya?
Pandailah membuat skala prioritas
Misalnya saja, ketika kita berada di tempat kerja, maka optimalkan peran kita sebagai karyawan. Namun, saat kita berada di rumah, maka berperanlah sebagai anggota keluarga yang baik.
Berilah waktu untuk orang-orang yang Anda cintai
Sebelum kita menyesal, maka berilah perhatian pada orang-orang yang kita cintai. Jangan kalahkan kepentingan mereka dengan target-target kesuksesan yang kita buat. Karena, sesungguhnya energi cinta dari mereka lah yang tetap membuat kita tetap semangat untuk meraih sukses itu sendiri.
Jangan pernah lupa memanjakan diri!
Sesibuk apapun kita, sesekali memanjakan diri sendiri tidak ada salahnya. Memforsir diri terlalu berlebih akan mengantarkan kita pada stress bahkan depresi. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Dengarkan musik, berolahraga, pergi ke salon, membaca buku, lakukan apa yang Anda senangi dan positif akan merilekskan diri Anda!
Buatlah perencanaan dengan realistis
Setiap kita pastinya menginginkan sukses dengan segera. Namun, berusahalah untuk tetap realistis. Jika Anda memiliki 10 prioritas pencapaian pada satu hari, maka jika terpenuhi 3 teratas saja itu sudah cukup baik.
Penghargaan pada diri sendiri
Apapun yang sudah Anda pilih dalam hidup Anda, maka itulah yang terbaik. Anda tidak perlu menyesali, meski itu kegagalan. Justru, kita bisa belajar banyak dari kegagalan, dan tahu cara melakukan segalanya dengan lebih baik.
Okay, saatnya kembali mengevaluasi bagaimana Anda telah berperan selama ini. Apakah ada peran tertentu yang Anda telantarkan? Adakah orang-orang yang seharusnya Anda beri perhatian, namun luput karena tersibukkan oleh satu fokus saja?
Apapun itu, masih ada waktu untuk mengubah segalanya agar lebih baik. Tentu saja hanya dengan satu alasan, agar tidak lagi ada penyesalan...

Luangkan Waktumu untuk Hal Kecil


Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf.
Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya, Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan, batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.
Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh? Para murid dengan suara bulat berkata, "Yaa!"  Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples,  dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.  Para murid tertawa...
"Sekarang," kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin  kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh. Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti  pekerjaanmu, rumah dan mobil. Pasir adalah hal-hal yang lainnya - hal-hal yg sepele, Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, lanjut profesor,  Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."  "Jika kalian menghabiskan energy untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian"
"Jadi..."
"Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan.  Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan. Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf - Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."
Salah satu murid mengangkat tangan  dan bertanya, "Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?"
Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk  secangkir kopi bersama sahabat" :-)